Jumat, 25 Februari 2022

Berjuta rasanya- teks ulasan

 

Judul: Berjuta Rasanya

Penulis: Tere Liye

Cetakan : Mei 2012

Penerbit : Mahaka Publishing

Jumlah Halaman: 207 beserta cover buku




Berjuta Rasanya merupakan salah satu buku Tere Liye yang saya baca karena ke indahan cover nya. Awalnya saya tak suka dengan buku ini karena saya pikit buku ini ber isi dengan cerita kisah cinta anak remaja yang terlalu ‘menye menye’. Setelah saya membaca buku ini saya di sajikan sebuah cerita cinta yang tak biasa. Cerita-cerita cinta disini banyak memberi pandangan mengenai cinta dari berbagai segi.

 Novel ini sangat unik karena menggabungkan cerita cerita pendek yang di jadikan satu pada sebuah buku cetak tebal.

Bab  pertama ber isi tentang  gadis buruk rupa dengan postur tubuh gendut yang membuatnya sulit mendapat jodoh.

Di bab ke dua kita akan di sajikan sebuah cerita yang ber isi tentang seorang gadis yang sering merasa aneh setiap kali pemuda yang ia sukai, menatapnya, melambaikan tangan padanya, atau sekadar berbasa-basi dengannya. Sebenarnya mereka bertepuk sebelah tangn.

Selanjutnya bab ke tiga di isi dengan cerita seorang perempuan bernama ayu yang berhasil mengubah laki laki nakal menjadi laki laki yang setia.


Bab ke empat menceritakan di suatu tempat angka pernikahan turun tajam. Lalu di buatlah alat pendeteksi yang mampu mengubah pola pikir para remaja agar mau menikah muda dan menjamin penduduk kota tersebut tetap stabil jumlahnya.


Kelima ber cerita tentang sebuah ke inginan seseorang yang hanya ingin bertemu mencintai seseorang bukan hal gampang.Bagaimana ternyata yang dicintai memiliki cinta kedua, ketiga, dan seterusnya.


Bab ke enam menyajikan sebuah tulisan tentang  tentang sebuah kotak yang hanya boleh dipandang namun tak boleh dan berisi pengait kecil yang menjadi penghalang bagi pilihan-pilihan terbaik yang pernah ada


Dan banyak bab lagi yang sangat menarik untuk di baca.


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

REVOLUSI PRANCIS

  REVOLUSI PRANCIS • LATAR BELAKANG Revolusi Prancis dimulai karena rakyat marah dengan Raja Louis XVI yang membebani pajak berat pada buruh...